Merupakan indikator pasar untuk mengukur dan mencatat rata-rata tingkat perubahan harga saham baik sebagian maupun keseluruhan harga Saham Biasa (Common Stock) yang ditransaksikan di bursa.
Karakteristik Stock Index (Index Saham) antara lain: Memiliki Satuan Lot, Ukuran Kontrak, Bulan Perdagangan, Jangka waktu penyelesaian posisi, dsbnya.
Produk > Spesifikasi Kontrak > Trading Regulation
Software yang diperlukan > |
 |
 |
 |
 |
Cara Memperdagangkan
Stodex
Index saham berjangka (Stock Index Future) yang
dibentuk sebagai sarana hedging, investasi dan
trading, memiliki karakteristik tertentu seperti
satuan unit transaksi yang disebut 'Lot',
ukuran nilai transaksi yang disebut 'Contract
Size' (Besar Kontrak), dan masa batas
waktu berakhirnya suatu kontrak (period of expire
contract).
Investor dapat melakukan transaksi dengan melaksanakan
pembelian ataupun penjualan
sejumlah unit transaksi dengan berpatokan pada
pergerakan harga Stock Index Future yang secara
otomatis akan selalu mengacu perubahan yang terjadi
pada harga Stock Index Spot. Jika terjadi perbedaan
harga antara harga Stock Index Future dan harga
Stock Index Spot hal tersebut disebabkan adanya
faktor suku bunga, dividen teoritis dan ekspektasi
pasar.
Suatu transaksi Stock Index Future dianggap telah
menutup/menyelesaikan transaksinya jika telah
melikuidasi posisi transaksinya (settlement position).
Posisi likuidasi/penutupan (liquidation position)
harus selalu berlawanan dengan posisi pembukaan
transaksi (opening position). Contoh : posisi
open buy ditutup dengan close sell, dan sebaliknya.
Investor dapat memulai membuka kontrak transaksinya
baik dengan membeli terlebih dahulu atau menjual
kontraknya terlebih dahulu (short Selling) serta
dapat dengan bebas untuk mengakhiri (melikuidasi)
kontrak transaksinya kapan saja dan juga bebas
mempertahankan posisinya, kecuali jika kontrak
Index Future bersangkutan telah berakhir masa
kontraknya (Contract expire).
Nilai Investasi
BERDASARKAN MARGIN
Ilustrasi
perhitungan transaksi
Nikkei Index
Pada tanggal 10 September 2008, nasabah melakukan
pembukaan kontrak transaksi Index Nikkei Future
untuk kontrak bulan Juni (JPJ30/SSIU8) dengan
melakukan penjualan 5 Lot kontrak (Open Sell Position)
pada level harga 12435,
Pada hari itu juga Index Nikkei Future September
(JPJ30/SSIU8) melemah mencapai level harga 12335
sehingga Nasabah kemudian memutuskan untuk menutup
posisi transaksi (melikuidasi posisi) dengan melakukan
transaksi pembelian (Close Buy Position).
Formula Laba/Rugi Transaksi
:
(Harga Jual - Harga Beli) x Contract Size x Jumlah
Lot
Laba bersih = Laba Kotor - (Komisi x Jumlah Lot)
Rugi Bersih = Rugi Kotor + (Komisi x Jumlah Lot)
Hasil perhitungan transaksi tersebut diatas akan
menghasilkan kalkulasi sebagai berikut jika diasumsikan
nilai tukar (Kurs) yang berlaku adalah 1 JPY =
Rp 60,-
Kalkulasi Laba / Rugi :
Laba/Rugi Kotor =
(12435 - 12335) x (Y 500) x (5 Lot) = Y 250.000
= Rp 15.000.000
Laba/Rugi Bersih =
Rp 15.000.000 - (Rp 350.000 x 5 lot) = Rp 13.250.000
* Perhitungan diatas dapat terjadi sebaliknya
|